Awalnya, Angus adalah sosok yang dipenuhi kemarahan, ketakutan, dan keputusasaan karena berbagai kesulitan hidup yang terus menderanya. Namun, sebuah titik balik terjadi saat ia memutuskan untuk menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Sejak saat itu, perubahan besar mulai terjadi, puncaknya adalah keputusan Angus untuk menanam kentang di tengah musim kemarau yang parah—sebuah tindakan yang dianggap gila oleh para ahli, namun membuahkan hasil yang ajaib.