Ketiga, dimensi sosial-budaya memengaruhi bagaimana fenomena ini dipersepsikan di Indonesia. Norma sosial yang konservatif berkonflik dengan praktik seksual daring yang semakin umum di kalangan kaum muda. Ada juga unsur komersialisasi—sebagian orang memanfaatkan permintaan untuk VCS sebagai sumber pendapatan melalui layanan berbayar atau transaksi di luar platform resmi. Narasi tentang “hoki” atau keberuntungan menutupi realitas ketimpangan dan eksploitasi, serta meromantisasi pertemuan yang pada dasarnya bersifat transaksional dan sementara.